Namaku Asyraf Aqil Bin ‘Aisy Ridzuan. Aku hanya lelaki biasa yang tidak miliki apa-apa dan tak punya nama di mata siapa-siapa. Namun, yang ku punya hanyalah satu hati yang menyimpan seribu kenangan dan sejuta rahsia….
________________________________________________________________________________
Tika ini aku sedang merenung ke langit, melihat bintang, merenung awan. Aku rindu dia. Dia yang sepertinya sudah memegang dan mengunci pintu hatiku untuk dirinya.
Astaghfirullah..Cepat-cepat ku usir perasaan itu jauh dari hati ku, pergi dari mengganggu diri ku.
YaAllah, aku merasa penat dan lelah untuk merindu seseorang yang belum tentu menjadi zaujahku, andai dia memang ditakdirkan untuk diriku, dekatkanlah hatinya dengan hatiku, namun andai dia bukan untukku, jauhkanlah dia dari ku, dan Kau redhakanlah hati ku. Aku pasrah…
Teringat masa mula-mula aku melihat si dia. Tiada perasan. Kosong. Namun namanya menjadi sebutan semua orang terutamanya teman-teman masjidku.
Kata mereka, ada seseorang persis bidadari yang turun dari langit.
Bukan kecantikannya yang menjadi igauan, namun akhlaknya yang mulia, peribadinya yang suci yang membuat dia menjadi sebutan.
Sebaris nama
‘Aisya Humaira’ Binti Abu Huzaifa.
Jika dahulu aku melihatnya kosong, kini namanya sahaja mampu membuatkan jiwaku bergetar.
Aku hanya mampu melihatnya dari jauh. Aku tidak layak untuk dirinya.
To be continued
______________________________________________________________________
1 kesan:
cerpen buatan sendiri ke?best!!
Post a Comment